10 perusahaan terbesar di dunia 2015

1. Apple
Perusahaan ini sejak tahun lalu memang sudah menduduki peringkat pertama. Bahkan telah menduduki posisi puncak sejak delapan tahun berturut-turut. Pada Februari, Apple menjadi perusahaan pertama yang mencapai market value sebesar USD700 miliar. Selain itu Apple juga mencatatkan rekor penjualan smartphone pada bulan Januari dengan jumlah penjualan sebanyak 74,5 juta ponsel dalam waktu tiga bulan terakhir. Hal itu membuktikan bahwa iPhone masih merupakan produk smartphone yang sulit untuk dikalahkan.

2. Google
Pada tahun ini peringkat Google naik dari posisi ketiga menduduki posisi kedua=. Keberhasilan Google tercatat dari total pendapatan dari iklan yang mencapai USD66 miliar pada tahun lalu. Perusahaan ini berada di garis depan dalam inovasi, meskipun pada bulan Februari dinyatakan keefektifan Google Glass gagal. Namun perusahaan ini terus memajukan penelitian pada mobil self-driving dan terus mengembangkan Google Fiber.

3. Berkshire Hathaway
Sejak dipimpin oleh "Oracle of Omaha" Warren Buffett, Berkshire Hathaway bergerak naik menduduki posisi ketiga, setelah tahun lalu menempati posisi keempat. Perusahaan yang bergerak dalam ranah Insurance Property and Casualty asal Amerika ini memiliki investasi dalam berbagai hal, mulai dari rel kereta api, kartu kredit hingga Heinz Ketchup. Pada bulan Maret tahun lalu perusahaan ini mencapai kapitalisasi pasar sebesar USD300 miliar untuk pertama kalinya.

4. Amazon.com
Perusahaan toko online atau e-commerce raksasa asal Amerika ini turun peringkat. Tahun lalu Amazon tercatat menduduki posisi kedua. Kendati demikian perusahaan ini masih meraih pendapatan bersih sebesar USD88,8 miliar. Pendapatan tersebut selain dari penjualan produk, juga dari kesuksesan program televisi drama komedi Transparent yang diproduksi oleh Amazon Studios. Program tersebut juga berhasil meraih penghargaan dari Golden Globe.

5. Starbucks
Starbucks tahun ini kembali menduduki posisi kelima. Perusahaan yang menjajakan produk utama kopi tersebut telah beroperasi di 66 negara berbeda dengan total 22 ribu gerai. Meskipun tercatat pada peringkat kelima, namun Starbucks tercatat sebagai perusahaan terbaik di industrinya.

6. Walt Disney
Peringkat Walt Disney tahun ini naik tingkat dengan menduduki posisi keenam, setelah tahun kemarin berada di posisi ketujuh. CEO Bob Iger terus memfokuskan pada tingkat tinggi eksperimentasi. Teknologi inovatif seperti MagicBrands yang dapat digunakan di Disney World sebagai tiket masuk dan dapat membeli berbagai macam barang di dalamnya. Pada tahun lalu, perusahaan ini juga berhasil menyebarkan virus mobile game Tsum Tsum dengan 21 juta download.

7. Southwest Airlines
Perusahaan penerbangan asal Amerika ini berhasil naik peringkat menjadi ke posisi tujuh setelah tahun lalu berada di posisis sembilan. Sejak tahun lalu Southwest Airlines meraih keuntungan berkat penghematan besar pada bahan bakar. Perusahaan ini berhasil meraih keuntungan tahun pertama Karibia lebih dari USD1 miliar.

8. American Express
American Express (AmEx) merupakan perusahaan Consumer Credit Card and Related Services. Tahun ini AmEx melonjak ke posisi kedelapan sejak tahun lalu berada pada posisi ke-11. Perusahaan ini mulai bergerak pada sisi teknologi. AmEx bekerjasama dengan pesaingnya dengan meluncurkan Apple Pay yang merupakan aplikasi untuk memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran melalui aplikasi tersebut. Aplikasi tersebut merupakan hasil kerjasama Rewards Program Relationship dengan Airbnb. AmEx tercatat meraih keuntungan bersih sebesar USD35,99 miliar pada 2014.

9. General Electric
General Electric (GE) merupakan perusahaan elektronik yang beralih fokus dengan memproduski mesin jet, peralatan pencitraan medis dan turbin gas. Perusahaan ini juga berusaha meningkatkan investasinya di luar negeri. Pada bulan Juni tahun lalu, perusahaan ini mengakuisisi 20 persen saham perusahaan industri raksasa asal Prancis Alstom. Kemudian GE juga berencana untuk membangun pembangkit listrik di Aljazair senilai USD2,7 miliar.

10. Coca-Cola
Tahun ini peringkat Coca-Cola jatuh dari posisi keenam menjadi posisi ke-10. Perusahaan ini memang menghadapi masalah di bidang kesehatan, yakni tingkat obesitas nasional dan masalah pemanis buatan. Namun perusahaan ini mulai memperluas portofolionya di luar ranah industri minuman ringan. Coca-Cola menghabiskan dana USD1,25 miliar untuk membeli 10 persen saham Keurig Green Mountain Coffee dan USD2,15 untuk membeli saham perusahaan minuman energi raksasa Monster Beverage. Selain itu, perusahaan juga telah mengumumkan akan mengurangi 1.600 hingga 1.800 pegawainya di seluruh dunia sebagai upaya untuk mematok biaya.


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "10 perusahaan terbesar di dunia 2015"

Posting Komentar

Luangkan Waktu kalian Untuk Berkomentar di Blog ini Kawan,Terkecuali :
1. Komentar dengan bahasa yang kurang sopan
2. Mengandung Link Aktif
3. Spam
4. Mengandung Sara

Terima Kasih Sudah BerKunjung Di : www.pieemen.com